<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450</id><updated>2011-11-16T13:54:36.091-08:00</updated><category term='Tarekh'/><category term='Fikrah'/><category term='openminded'/><category term='conspiracy'/><title type='text'>POTATO SOUP FOR YOUR SOUL</title><subtitle type='html'>islam's lights will guide you home and ignite you bones...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450.post-1114319298277806623</id><published>2008-06-15T07:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T08:10:29.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='conspiracy'/><title type='text'>The Fundamental</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Seperti biasa, setiap peristiwa-peristiwa yang menghebohkan, dan yang melibatkan pihak-pihak tertentu, bakal berbuntut panjang. Insiden monas 1 Juni lalu yang melibatkan laskar islam (yang di dalamnya FPI) dengan AKKBB yang berbuntut pada aroma perpecahan di kubu internal umat islam. FPI (yang dianggap fundamental) dan NU (yang dianggap tradisionalis) telah dihubung-hubungkan dengan kasus ini. Walaupun Hasyim Muzadi telah menyatakan secara resmi bahwa tidak ada kaitannya insiden monas dengan NU, dan NU dengan FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca perang dingin, AS merasa kehilangan musuh yang dapat dijadikan musuh ideologi mereka. setelah runtuhnya Sosialis-komunis dengan diwakili oleh Unis Soviet, AS harus segera menentukan siapa yang dijadikan common enemy mereka supaya intregritas negara mereka tetap terjaga. Islam dianggap sebagai musuh yang potensial bagi mereka. Dengan perkembangan Islam di timur tengah dan revolusi Iran, Persatuan umat islam dijadikan ancaman bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak sumber, cara-cara dan berbagai strategi AS dalam rangka menghancurkan Islam diantaranya dengan memecah belah umat islam sendiri. Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih.  Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES) secara detik diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;STRATEGI  : PECAH BELAH KELOMPOK ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.&lt;br /&gt;Pertama : Kelompok Fundamentalis : menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan  Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi    modern untuk mencapai tujuan mereka.&lt;br /&gt;Kedua : Kelompok Tradisionalis:  ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.&lt;br /&gt;Ketiga : Kelompok  Modernis :  ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.&lt;br /&gt;Keempat : Kelompok Sekularis : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;STRATEGI BELAH BAMBU DAN ADU DOMBA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :&lt;br /&gt;Pertama : Support the modernists first  (mendukung kelompok Modernis)&lt;br /&gt;Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.&lt;br /&gt;Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.&lt;br /&gt;Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.&lt;br /&gt;Memberikan mereka suatu platform publik&lt;br /&gt;Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Websites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.&lt;br /&gt;Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah  pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.&lt;br /&gt;Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.&lt;br /&gt;Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk&lt;br /&gt;Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.&lt;br /&gt;Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists: Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :&lt;br /&gt;Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.&lt;br /&gt;Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.&lt;br /&gt;Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan&lt;br /&gt;Kaum modernis.&lt;br /&gt;Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka&lt;br /&gt;untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis&lt;br /&gt;secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik ”Islam pinggiran” yang kabur . Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.&lt;br /&gt;Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.&lt;br /&gt;Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan  pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.&lt;br /&gt;Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme&lt;br /&gt;Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain :&lt;br /&gt;Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.&lt;br /&gt;Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.&lt;br /&gt;Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.&lt;br /&gt;Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.&lt;br /&gt;Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.&lt;br /&gt;Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.&lt;br /&gt;Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.&lt;br /&gt;Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:&lt;br /&gt;Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi&lt;br /&gt;dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideology kiri.&lt;br /&gt;Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9185142089239143450-1114319298277806623?l=at1109.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/1114319298277806623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9185142089239143450&amp;postID=1114319298277806623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/1114319298277806623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/1114319298277806623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/2008/06/fundamental.html' title='The Fundamental'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450.post-6648419903901080810</id><published>2008-05-16T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T08:10:41.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='conspiracy'/><title type='text'>MANIFEST DESTINY</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ronald Reagan dalam suatu pidatonya pernah menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) adalah bangsa kaya karena diberkati Tuhan. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Jika anda tidak setuju atas apa yang dinyatakan oleh Reagan di atas, maka bisa mungkin anda berpendapat sama seperti saya. Ya, karena sebenarnya kemakmuran dan kekayaan AS tidak lain adalah hasil jerih payah para perompak, para bandit jenius, dan para pemeras yang menguras sumber daya alam dari negara-negara, terutama negara dunia ketiga. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Pernyataan Reagan di atas merupakan salah satu senjata AS untuk semakin menguasai dunia. Yaitu &lt;i&gt;Manifest Destiny&lt;/i&gt;. Menurut Ben Wettenberg, Meski perang dingin telah usai, runtuhnya Uni Soviet, dan AS menjadi satu-satunya negara yang berkuasa di dunia, tetapi perang suci terus selalu dijalankan. Yaitu menyebarkan ide demokrasi ke seluruh dunia. Hm.....jadi apa yang menjadikan AS gencar menyerukan ide buatan mereka ke seluruh dunia? Tampaknya hal itu membuat saya lebih mengerti mengenai keserakahan AS. AS menjadikan demokrasi sebagai senjata untuk terus melanggengkan hegemoni mereka di negara-negara dunia. Invasi ke Irak dan Afghanistan, menguatkan pernyataan Wettenberg mengenai perang suci tersebut. AS tampaknya terganggu dengan rezim Saddam Husein yang selalu menghalangi dalam tujuan meraup minyak di tanah 1001 malam itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Akhirnya pada tanggal 20 maret 2003 AS menyerbu Irak dengan dalih memusnahkan senjata pemusnah massal. Tidak hanya menghancurkan sarana umum, invasi AS ke Irak juga menelan korban sipil mencapai puluhan ribu orang. Jumlah penduduk Irak yang tewas diperkirakan antara 10.000-30.000 jiwa, jumlah tersebut melebihi jumlah korban tewas runtuhnya menara WTC 11 september 2001 lalu. Padahal menurut mantan menteri keuangan sekaligus anggota tim keamanan nasional AS, Paul O’Neill, tidak pernah ada bukti kepemilikan senjata pemusnah massal di Irak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pasca perang dingin, dan runtuhnya kekuasaan Uni Soviet, AS menjadi salah satu negara super power, polisi dunia dan menjadi kekuasaan unipolar di dunia. Sejak itu pula AS semakin gencar menjajakan ideologi kapitalisme mereka, globalisasi dan pasar bebas termasuk dalam program mereka. Operasi militer menjadi jalan terakhir yang dilakukan oleh AS dalam menguasai dan mengeksploitasi sumber daya sebuah negara. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bukan hanya invasi ke Irak, Sebelumnya, amerika pernah menginvasi Afghanistan (2001), Yunani (1947-1949), Italia (1948), Korea (1950-1953), Iran (1953). &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Guatemala (1954), Kongo (1960), Kuba (1960), Vietnam (1969-1975), Laos (1961-1975), Dominika (1965), Kamboja (1969-1971), Chili (1973), Granada (1983), Lebanon (1958 dan 1983), Libia (1986), Panama (1989), Somalia (1991-1992), dan Serbia (1999). Dan tentunya kita tidak akan pernah melupakan oleh siapa bom atom pertama digunakan dalam perang (1945).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Betapa menjijikan, negara adikuasa super power seperti AS melakukan pelanggaran HAM terbesar sepanjang sejarah. Betapa memalukan negara yang mengemban nilai HAM dan mengaku sebagai pusat demokrasi dunia memberikan kebebasan pada tentaranya dan sekutunya untuk membunuh warga sipil dan mengeksploitasi sumberdaya negara lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tetaplah waspadalah! Jangan kira kita yang ada di Indonesia bakal aman-aman saja. Jika pemerintahan kita masih saja menjadi ”anjing pudelnya” AS, bersiaplah, di tahun-tahun yang akan datang kita bakalan terjajah sebenarnya terjajah, baik secara fisik dan pemikiran, politik, ekonomi, serta kebebasan kita. demi takdir mereka, Manifest Destiny.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9185142089239143450-6648419903901080810?l=at1109.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/6648419903901080810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9185142089239143450&amp;postID=6648419903901080810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/6648419903901080810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/6648419903901080810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/2008/05/manifest-destiny.html' title='MANIFEST DESTINY'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450.post-4134174902202840728</id><published>2008-04-11T23:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T08:11:08.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fikrah'/><title type='text'>Kamuflase Demokrasi AS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;14 juli 1789, terjadi sebuah peristiwa yang mempengaruhi peta politik dunia. Revolusi prancis. Di tulisan kali ini, saya tidak akan menggambarkan bagaimana situasi menjelang, atau pasca revolusi besar ini. Kalian bisa membacanya sendiri di buku-buku sejarah atau mencarinya di internet. Kali ini saya akan menyinggung tentang tiga slogan yang tampak indah didengar yang populer ketika revolusi 1789 meletus. ”Liberte, Egalite, Freternite” (kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan). Jargon ini mampu membius rakyat prancis yang saat itu sedang mengalami masa-masa bersejarah. Mereka dengan bangga meneriakkan jargon-jargon kosong tersebut ke seluruh prancis dan berdengnug sampai ke seluruh daratan eropa. Slogan ini terus di perdengarkan sampai semua rakyat percaya kebaikan slogan tersebut hingga rakyat rela mengorbankan apa saja untuk memujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalian mungkin saja termasuk yang terbius dengan tipu daya semboyan tersebut. Dan dengan terus terang, saya juga sempat terhipnotis slogan tersebut. Tapi itu dulu. Seiring dengan perkembangan wawasan, saya menyadari bahwa jargon-jargon yang nampaknya baik, belum tentu baik bagi keberlangsungan kehidupan. Saya sempat terkejut ketika membaca buku Yahudi Menggenggam Dunia karya William G. Carr seorang agen inggris berpangkat admiral yang memiliki pengalaman khusus di dunia rahasia. Yang di bagian buku ini mengutip ungkapan dari para sesepuh yahudi, ”kita adalah orang yang pertama menyerukan di tengah masyarakat lampau semboyan Liberte, Egalite, Fraternite hingga bangsa-bangsa dungu dunia mengulang-ulang semboyan tersebut, tanpa menyadari makna di baliknya. Bahkan karena sikap mereka berlebih-lebihan terhadap semboyan kosong tersebut telah menjauhkan dunia dari persaudaraan, kebersamaan, dan kebebasan pribadi yang sebenarnya”.&lt;br /&gt;Jika kalian ingin lebih mengetahui tingkah polah kaum yahudi dalam mewujudkan megaproyek mereka yaitu untuk menguasai dunia dengan tata dunia baru, kalian bisa membaca buku Yahudi Menggenggam Dunia yang telah saya sebutkan di atas, buku Knigh Templar Knight of The Christ karya Rizky Ridiasmara, dan buku-buku konspirasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Karena beberapa hal di atas, saya jadi teringat ide demokrasi yang selama ini dianggap sakral oleh masyarakat di dunia. Saya mulai ragu dengan proses demokratisasi, HAM, Pluralisme, dan kebebasan-kebebasan yang merupakan semboyan-semboyan mirip Liberte, Egalite, Fraternite. Karena banyak Negara (AS dan sekutunya) dan sekumpulan orang yang memasarkan ide-ide tersebut tetapi merekalah juga yang melanggarnya. AS menyerang Afganistan dan membentuk Negara boneka di sana, menggantikan rezim Taliban dengan alasan memerangi terorisme dan menangkap para anggota Al-Qaeda tak terkecuali “bos besar” mereka Usamah bin Laden. Kenapa AS tidak segera menangkap Usamah? Apa kendala dari Negara superpower hanya untuk menangkap satu orang saja? Kenapa harus mengganti sebuah rezim di Afganistan dengan sistim demokrasi ala Amerika? Saya beranggapan (anggapan saya ini ilmiah lho...berdasarkan bukti-bukti yang saya temukan di beberapa buku) Amerika Serikat bertujuan menguasai sumber daya minyak yang ada di tanah Afganistan. Mereka membentuk sebuah negara boneka untuk memudahkan dan melanggengkan kepentingan-kepentingan mereka. Usamah bin laden tidak dengan serius diburu, tetapi juga dipelihara sebagai pembenaran mereka (memerangi terorisme) dalam rangka tujuan jangak panjang dan jangka pendek mereka menguasai minyak di timur tengah. Kasus serupa juga dialami oleh Iraq.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tetapi siapa saja yang berada di balik kebijakan-kebijakan pemerintah AS? perlu diketahui, mereka adalah para yahudi zionis yang bersembunyi di balik jubah neokonservatif dan judeo-christian yang bermain di belakang layar pembentukan kebijakan-kebijakan di AS. Mereka menyerukan agar A.S menyebarkan demokrasi dan pasar bebas ke seluruh dunia. Walaupun dengan cara preemtive strike sekalipun. Mereka menyebarkan ide-ide tersebut agar diterapkan di seluruh Negara di dunia sehingga secara sadar atau tidak untuk melayani kepentingan-kepentingan AS dan tentunya kepentingan Yahudi Zionis.&lt;br /&gt;Sosok Negara-negara sekuler demokrasi, demokratis dan terbuka (seperti AS) sebenarnya hanya nampak pada tampilan luarnya saja, seperti teknologi modern, media, dan bukunya saja. Tetapi perilaku, keyakinan, ideology dan way of life mereka seperti masyarakat jahiliyah dan “barbar” yang bersifat materialisme dan menyukai peperangan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9185142089239143450-4134174902202840728?l=at1109.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/4134174902202840728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9185142089239143450&amp;postID=4134174902202840728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/4134174902202840728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/4134174902202840728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/2008/04/kamuflase-demokrasi-as.html' title='Kamuflase Demokrasi AS'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450.post-415215687037420465</id><published>2008-04-11T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T08:11:33.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='openminded'/><title type='text'>Propaganda in the Movie</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Film. Inilah bentuk hiburan yang sering kita nikmati. Bisa di depan TV, di bioskop, di komputer, atau miniteater di kampus. Tampaknya, kebanyakan orang-orang lebih santai menikmati film dari pada membaca novel atau sejenisnya. Para produsen film tidak kehabisan akal untuk membuat film ataupun sinetron yang bisa dinikmati semua anggota keluarga.Untuk anak-anak sebut saja Sesame Street yang saat ini telah ada versi indonesianya, Jalan Sesama. Di segmen remaja, kebanyakan film-film yang bergenre love dan horor. Pria dewasa mungkin lebih menyukai film-film beraroma sex seperti James Bond, dan American Pie. Nah, untuk para ibu, jangan ditanya, menonton sinetron sudah menjadi ritual di depan tv.&lt;br /&gt;Bagi para penikmat film, tentunya anda pernah menonton film buatan Holywood, film Asia, Bolliwood, ataupun karya anak Indonesia. Tetapi apakah anda pernah merasakan aroma propaganda yang merasuki film-film tersebut? Pastinya lebih dari sekedar love, horor, dan sex. Tetapi lebih dari itu semua. Yaitu unsur-unsur politis, religi, history, bahkan rasis. Di Amerika dan eropa, film-film semacam itu tampaknya lebih sensasional dan surprising dari sekedar film sex. Karena kontroversi dan dampak akibat film-film ini bisa lebih panjang dari pada durasi film yang rata-rata hanya 120 menit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebut saja film The Da Vinci Code, yang menuai protes dari kalangan umat nasrani yang diwakili oleh para pemimpin gereja vatikan. Film yang didasarkan pada novel karya Dan Brown ini dinilai dapat menggoyahkan akidah umat nasrani. Bahkan para pemimpin umat kristiani di setiap negara menuntut memboikot film garapan sutradara Ron Howard tersebut agar tidak ditayangkan di bioskop-bioskop. Serta sebelumnya juga ada film Passion Of The Christ garapan Mel Gibson yang juga mengundang banyak kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di dunia islam, mencuatnya kasus film Fitna karya Geert Wilders akhir-akhir ini memebuktikan film dapat menjadi sarana propaganda dan juga provokasi. Akibat film durasi 17 menit tersebut umat islam sedunia mengutuk keras film itu dan menuntut hukuman mati kepada si creator filmnya. Sampai-sampai film ini dicekal dan tidak boleh tayang di tv manapun, bioskop manapun, dan di website manapun di seluruh dunia! Fitna bukan yang pertama. Sebelumnya film submission yang di sutradarai Teo van Goght juga menuai protes keras dari kalangan Umat Islam Belanda dan dunia. Walaupun film ini gagal tayang dan berakhir pada pembunuhan terhadap si sutradara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Itulah nama-nama film dari sekian banyak film yang mengundang banyak kontroversi dan ancaman terhadap siapa saja yang terlibat di dalamnya lewat provokasi dan propaganda yang mendiskreditkan agama. Selain agama, banyak juga para produsen film yang menggunakan unsur-unsur rasial untuk menarik perhatian khalayak. contohnya film Schlindler’s List (1993). Film ini bercerita tentang pembantaian (holocaust) terhadap warga Yahudi di kamp konsentreasi Auschwit, Polandia yang dilakukan Nazi pada perang dunia ke II. Dan upaya Oskar Schlindler, orang yang selamat dari pembantaian, untuk membebaskan 1100 warga yahudi yang dianggap penting dari kamp dan membawa mereka ke gudang amunisi miliknya di Chekoslovakia. Akibat dari film ini, Di Indonesia, MUI pernah berfatwa untuk melarang pemutaran film Schlinders List. Lantaran efek pemutaran film ini dikhawatirkan bisa membangkitkan semangat simpati Yahudi dan mungkin bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap Yahudi Israel yang menjajah negeri Palestina dan mengusir para penduduknya.&lt;br /&gt;Selain itu juga terdapat film The Pianist yang mendapatkan berbagai penghargaan. Film ini juga menggambarkan peristiwa holocaust terhadap orang-orang yahudi polandia. Dan masih banyak lagi film yang menggambarkan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada masa perang dunia II terutama perlakuan para penguasa, termasuk Hitler terhadap bangsa yahudi. Film-film tersebut bukan tidak mungkin sengaja dibuat untuk membentuk opini publik agar simpati terhadap bangsa yahudi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Film juga dapat dijadikan alat propaganda politiknya. Dalam sejarahnya, pemerintahan Roosevelt di masa perang dunia II membuat film-film seperti Why We Fight yang membenarkan keterlibatan Amerika Serikat ke dalam perang. Selain itu, film-film yang menghibur publik karena kekalahan Amerika di perang vietnam juga pernah diproduksi. Seperti si jagoan Rambo yang dianggab sebagai pahlawan dalam perang vietnam, padahal di perang vietnam, Amerika adalah pecundang yang kalah oleh perlawanan para gerilyawan Vietkong.&lt;br /&gt;Di Indonesia, film G 30 S/PKI juga dianggap sebagai propaganda politik orde baru dalam rangka memerangi komunisme. Terlepas dari keterlibatan pemerintah. Film syiriana yang dimainkan oleh George Clooney, sebenarnya juga mempunyai unsur politik. Tetapi tidak seperti biasanya, film ini menggambarkan strategi dan konspirasi perusahaan minyak raksasa yang berambisi menguasai minyak di timur tengah. Kalau anda sempat main-main ke rental film, cobalah sekali-kali cari film-film yang bernuansa politis. Akan sangat banyak film-film seperti itu yang tersedia dan lebih dari sekedar apa yang dibicarakan di atas tadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejarah juga dapat menjadi senjata para sutradara film dalam rangka menarik banyak penonton. Film mini seri Band Of Brothers garapan sutradara Spielberg dan Tom Hanks ini berhasil meraih banyak penghargaan. Film sepuluh seri ini menceritakan salah satu Kompy yang ikut berperang di perang dunia II. Walaupun agak terkesan subyektif, film ini bisa menggambarkan peristiwa dalam peperangan yang terjadi, semisal gagalnya sekutu dalam operasi market garden di Belanda. Ada juga film Kingdom Of Heaven. Film kolosal garapan Ridley Scoot ini sempat berhasil mendudui peringkat atas box office amerika. Bagusnya di film ini, si sutradara mencoba berlaku adil dan jujur dalam film yang menceritakan keterlibatan Ballian di perang salib 3. Cinema indonesia juga pernah memproduksi film-film sejarah. Diantaranya Tjut Nya Dien karya Eros Djarot dan Fatahillah garapan Chaerul Umam dan Imam Tantowi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Film-film di atas kayaknya terlalu sederhana kalau hanya dicap sebagai film hiburan, pasalnya pesan dan provokasi yang terdapat dalam film-film tersebut sangat sangat terasa. Lebih dari sekedar aksi Bruce Willis menyelamatkan bumi dari hantaman asteroid, dan terlebih lagi dari sekedar kisah percintaan Romeo &amp;amp; Julliet. Dan yang terpenting, mengundang kontroversi. Jadi, apa yang membuat para produsen film doyan bikin film-film kayak di atas tadi kalau hanya mengundang kontroversi? Pastinya tidak hanya sekedar cari sensasi, dollar, maupun Academi Award. Lebih dari itu semua.&lt;br /&gt;Ya, sesuatu yang bernilai dari sejarah. Itu salah satunya. Para produsen ingin menjadikan film tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai lahan pendidikan dan mengajak khalayak untuk menengok kembali sejarah peradaban mereka agar menjadikan para khalayak terutama generasi muda tidak masa bodoh dengan sejarah. Para produsen juga menjadikan film sebagai alat untuk menyetir opini publik. Seringnya film-film Holywood yang menggambarkan penindasan orang-orang Yahudi. Di tengah masyarakat yang anti-semit, film-film tersebut diedarkan agar menarik simpati publik terhadap Yahudi dan berupaya menyetir opini publik untuk mendukung pendudukan mereka di tanah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagaimana di Indonesia? di indonesia saat ini, sudah sangat banyak sutradara-sutradara muda yang telah menuai banyak karya. Tetapi untuk film-film yang mempunyai unsur-unsur di atas tadi tampaknya tidak banyak yang berani membuatnya. Prihatin juga sih, generasi muda yang seharusnya diberi porsi pendidikan bermutu yang lebih, malahan disuguhi film-film di bioskop yang bergenre ”itu-itu aja”. Tidak banyak film-film yang diikuti dengan berfikir.&lt;br /&gt;Tapi, saya cukup salut buat Hanung Bramantyo yang udah menggarap Ayat-Ayat Cinta. Yang konon katanya, setelah nonton itu film, banyak orang yang ingin lebih mendalami ajaran islam. Tapi, apakah hanya Ayat-Ayat Cinta saja? Perlu diketahui, bahwa umat islam mempunyai sejarah yang indah. Di indonesia, jejak kerajaan islam dan para pemimpin muslim serta para wali songo seharusnya bisa menjadi pelajaran-pelajaran yang dapat dikemas dalam bentuk film. Film The Messenger telah memberi contoh kepada para sineas muslim indonesia untuk membuat film yang mengajak kepada dakwah islam. Menggambarkan kejayaan islam masa lalu dan perjuangannya di masa sekarang. Agar masyarakat kita tidak terus menerus dibodohi dan dibohongi oleh film-film Holywood yang dikuasai oleh antek-antek zionis. Masalahnya sekarang, mau tidak mereka membuat film-film kayak gitu?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9185142089239143450-415215687037420465?l=at1109.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/415215687037420465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9185142089239143450&amp;postID=415215687037420465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/415215687037420465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/415215687037420465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/2008/04/propaganda-in-movie.html' title='Propaganda in the Movie'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9185142089239143450.post-4777942406561790418</id><published>2008-02-12T21:35:00.001-08:00</published><updated>2008-08-20T08:09:17.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarekh'/><title type='text'>MENULUSURI SEJARAH PERANG SALIB</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat perang Salib, tentara Kristen, Jerman, Yahudi membantai orang Islam di jalan-jalan. Berbalik 180 derajat dengan perlakuan pasukan Islam terhadap pasukan Kristen. Simak akhlaq Salahuddin al-Ayyubi “Pemandangan mengagumkan akan terlihat. Beberapa orang lelaki kami memenggal kepala-kepala musuh; lainnya menembaki mereka dengan panah-panah, sehingga mereka berjatuhan dari menara-menara; lainnya menyiksa mereka lebih lama dengan memasukkannya ke dalam api menyala. Tumpukan kepala, tangan, dan kaki terlihat di jalan-jalan kota. Kami berjalan di atas mayat-mayat manusia dan kuda. Tapi ini hanya masalah kecil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di Biara Sulaiman, tempat dimana ibadah keagamaan kini dinyanyikan kembali. Di sana, para pria berdarah-darah disuruh berlutut dan dibelenggu lehernya.” Kisah di atas bukan skenario film yang fiktif, tapi sungguh-sungguh pernah terjadi. Itu adalah pengakuan seseorang bernama Raymond, salah satu serdadu Perang Salib. Pengakuan ini didokumentasikan oleh August C Krey, penulis buku The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Praticipants (Princeton &amp;amp; London: 1991). Bagi kaum Muslimin, Perang Salib I memang menyesakkan. Menurut catatan Krey, hanya dalam tempo dua hari, 40.000 kaum Muslimin dan Yahudi di sekitar Palestina, baik pria maupun wanita, dibantai secara massal dengan cara tak berperikemanusiaan. Cara pembantaiannya tergambar dalam pengakuan Raymond di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepak Terjang Tentara Salib&lt;br /&gt;Sampai abad ke-11 M, di bawah pemerintahan kaum Muslimin, Palestina merupakan kawasan yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama. Kondisi ini tercipta sejak masa Khalifah Umar bin Khattab (638 M) yang berhasil merebut daerah ini dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur). Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib datang melakukan invasi. Ceritanya bermula ketika orang-orang kekhalifahan Turki Utsmani merebut Anatolia (Asia Kecil, sekarang termasuk wilayah Turki) dari kekuasaan Alexius I. Petinggi kaum Kristen itu segera minta tolong kepada Paus Urbanus II, guna merebut kembali wilayah itu dari cengkeraman kaum yang mereka sebut “orang kafir”. Paus Urbanus II segera memutuskan untuk mengadakan ekspedisi besar-besaran yang ambisius (27 November 1095). Tekad itu makin membara setelah Paus menerima laporan bahwa Khalifah Abdul Hakim—yang menguasai Palestina saat itu—menaikkan pajak ziarah ke Palestina bagi orang-orang Kristen Eropa. “Ini perampokan! Oleh karena itu, tanah suci Palestina harus direbut kembali,” kata Paus. Perang melawan kaum Muslimin diumumkan secara resmi pada tahun 1096 oleh Takhta Suci Roma. Paus juga mengirim surat ke semua raja di seluruh Eropa untuk ikut serta. Mereka dijanjikan kejayaan, kesejahteraan, emas, dan tanah di Palestina, serta surga bagi para ksatria yang mau berperang. Paus juga meminta anggota Konsili Clermont di Prancis Selatan—terdiri atas para uskup, kepala biara, bangsawan, ksatria, dan rakyat sipil—untuk memberikan bantuan. Paus menyerukan agar bangsa Eropa yang bertikai segera bersatu padu untuk mengambil alih tanah suci Palestina. Hadirin menjawab dengan antusias, “Deus Vult!” (Tuhan menghendakinya!) Dari pertemuan terbuka itu ditetapkan juga bahwa mereka akan pergi perang dengan memakai salib di pundak dan baju. Dari sinilah bermula sebutan Perang Salib (Crusade). Paus sendiri menyatakan ekspedisi ini sebagai “Perang Demi Salib” untuk merebut tanah suci. Mobilisasi massa Paus menghasilkan sekitar 100.000 serdadu siap tempur. Anak-anak muda, bangsawan, petani, kaya dan miskin memenuhi panggilan Paus. Peter The Hermit dan Walter memimpin kaum miskin dan petani. Namun mereka dihancurkan oleh Pasukan Turki suku Seljuk di medan pertempuran Anatolia ketika perjalanan menuju Baitul Maqdis (Yerusalem). Tentara Salib yang utama berasal dari Prancis, Jerman, dan Normandia (Prancis Selatan). Mereka dikomandani oleh Godfrey dan Raymond (dari Prancis), Bohemond dan Tancred (keduanya orang Normandia), dan Robert Baldwin dari Flanders (Belgia). Pasukan ini berhasil menaklukkan kaum Muslimin di medan perang Antakiyah (Syria) pada tanggal 3 Juni 1098. Sepanjang perjalanan menuju Palestina, Tentara Salib membantai orang-orang Islam. Tentara Jerman juga membunuhi orang-orang Yahudi. Rombongan besar ini akhirnya sampai di Baitul Maqdis pada tahun 1099. Mereka langsung melancarkan pengepungan, dan tak lupa melakukan pembantaian. Sekitar lima minggu kemudian, tepatnya 15 Juli 1099, mereka berhasil merebut Baitul Maqdis dari tangan kaum Muslimin. Kota ini akhirnya dijadikan ibukota Kerajaan Katolik yang terbentang dari Palestina hingga Antakiyah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;eladan Shalahuddin Al-Ayyubi&lt;br /&gt;Pada tahun 1145-1147 pecah Perang Salib II. Namun perang besar-besaran terjadi pada Perang Salib III. Di pihak Kristen dipimpin Phillip Augustus dari Prancis dan Richard “Si Hati Singa” dari Inggris, sementara kaum Muslimin dipimpin Shalahuddin Al-Ayyubi.&lt;br /&gt;Pada masa itu, Kekhalifahan Islam terpecah menjadi dua, yaitu Dinasti Fathimiyah di Kairo (bermazhab Syi’ah) dan Dinasti Seljuk yang berpusat di Turki (bermazhab Sunni). Kondisi ini membuat Shalahuddin prihatin. Menurutnya, Islam harus bersatu untuk melawan Eropa-Kristen yang juga bahu-membahu. Pria keturunan Seljuk ini kebetulan mempunyai paman yang menjadi petinggi Dinasti Fathimiyyah. Melalui serangkaian lobi, akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil menyatukan kedua kubu dengan damai. Pekerjaan pertama selesai. Shalahuddin kini dihadapkan pada perilaku kaum Muslimin yang tampak loyo dan tak punya semangat jihad. Mereka dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Spirit perjuangan yang pernah dimiliki tokoh-tokoh terdahulu tak lagi membekas di hati. Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan. Di festival ini dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad. Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnya luar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran. Salahuddin berhasil menghimpun pasukan yang terdiri atas para pemuda dari berbagai negeri Islam. Pasukan ini kemudian berperang melawan Pasukan Salib di Hattin (dekat Acre, kini dikuasai Israel). Orang-orang Kristen bahkan akhirnya terdesak dan terkurung di Baitul Maqdis. Kaum Muslimin meraih kemenangan (1187).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dua pemimpin tentara Perang Salib, Reynald dari Chatillon (Prancis) dan Raja Guy, dibawa ke hadapan Salahuddin. Reynald akhirnya dijatuhi hukuman mati karena terbukti memimpin pembantaian yang sangat keji kepada orang-orang Islam. Namun Raja Guy dibebaskan karena tidak melakukan kekejaman yang serupa. Tiga bulan setelah pertempuran Hattin, pada hari yang tepat sama ketika Nabi Muhammad diperjalankan dari Mekah ke Yerusalem dalam Isra’ Mi’raj, Salahuddin memasuki Baitul Maqdis. Kawasan ini akhirnya bisa direbut kembali setelah 88 tahun berada dalam cengkeraman musuh. Sejarawan Inggris, Karen Armstrong, menggambarkan, pada tanggal 2 Oktober 1187 itu, Shalahuddin dan tentaranya memasuki Baitul Maqdis sebagai penakluk yang berpegang teguh pada ajaran Islam yang mulia. Tidak ada dendam untuk membalas pembantaian tahun 1099, seperti yang dianjurkan Al-Qur`an dalam surat An-Nahl ayat 127: “Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” Permusuhan dihentikan dan Shalahuddin menghentikan pembunuhan. Ini sesuai dengan firman dalam Al-Qur`an: “Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan agama itu hanya untuk Allah. Jika mereka berhenti (memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan lagi, kecuali terhadap orang-orang yang zhalim.” (Al-Baqarah: 193) Tak ada satu orang Kristen pun yang dibunuh dan tidak ada perampasan. Jumlah tebusan pun disengaja sangat rendah. Shalahuddin bahkan menangis tersedu-sedu karena keadaan mengenaskan keluarga-keluarga yang hancur terpecah-belah. Ia membebaskan banyak tawanan, meskipun menyebabkan keputusasaan bendaharawan negaranya yang telah lama menderita. Saudara lelakinya, Al-Malik Al-Adil bin Ayyub, juga sedih melihat penderitaan para tawanan sehingga dia meminta Salahuddin untuk membawa seribu orang di antara mereka dan membebaskannya saat itu juga. Beberapa pemimpin Muslim sempat tersinggung karena orang-orang Kristen kaya melarikan diri dengan membawa harta benda, yang sebenarnya bisa digunakan untuk menebus semua tawanan. [Uskup] Heraclius membayar tebusan dirinya sebesar sepuluh dinar seperti halnya tawanan lain, dan bahkan diberi pengawal pribadi untuk mempertahankan keselamatan harta bendanya selama perjalanan ke Tyre (Libanon). Shalahuddin meminta agar semua orang Nasrani Latin (Katolik) meninggalkan Baitul Maqdis. Sementara kalangan Nasrani Ortodoks--bukan bagian dari Tentara Salib—tetap dibiarkan tinggal dan beribadah di kawasan itu. Kaum Salib segera mendatangkan bala bantuan dari Eropa. Datanglah pasukan besar di bawah komando Phillip Augustus dan Richard “Si Hati Singa”. Pada tahun 1194, Richard yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dalam sejarah Inggris, memerintahkan untuk menghukum mati 3000 orang Islam, yang kebanyakan di antaranya wanita-wanita dan anak-anak. Tragedi ini berlangsung di Kastil Acre. Meskipun orang-orang Islam menyaksikan kekejaman ini, mereka tidak pernah memilih cara yang sama. Suatu hari, Richard sakit keras. Mendengar kabar itu, Shalahuddin secara sembunyi-sembunyi berusaha mendatanginya. Ia mengendap-endap ke tenda Richard. Begitu tiba, bukannya membunuh, malah dengan ilmu kedokteran yang hebat Shalahudin mengobati Richard hingga akhirnya sembuh. Richard terkesan dengan kebesaran hati Shalahuddin. Ia pun menawarkan damai dan berjanji akan menarik mundur pasukan Kristen pulang ke Eropa. Mereka pun menandatangani perjanjian damai (1197). Dalam perjanjian itu, Shalahuddin membebaskan orang Kristen untuk mengunjungi Palestina, asal mereka datang dengan damai dan tidak membawa senjata. Selama delapan abad berikutnya, Palestina berada di bawah kendali kaum Muslimin Perang Salib IV berlangsung tahun 1204. Bukan antara Islam dan Kristen, melainkan antara Takhta Suci Katolik Roma dengan Takhta Kristen Ortodoks Romawi Timur di Konstantinopel (sekarang Istambul, Turki). Pada Perang Salib V berlangsung tahun 1218-1221. Orang-orang Kristen yang sudah bersatu berusaha menaklukkan Mesir yang merupakan pintu masuk ke Palestina. Tapi upaya ini gagal total. Kaisar Jerman, Frederick II (1194-1250), mengobarkan Perang Salib VI, tapi tanpa pertempuran yang berarti. Ia lebih memilih berdialog dengan Sultan Mesir, Malik Al-Kamil, yang juga keponakan Shalahuddin. Dicapailah Kesepakatan Jaffa.&lt;br /&gt;Isinya, Baitul Maqdis tetap dikuasai oleh Muslim, tapi Betlehem (kota kelahiran Nabi Isa ‘alaihis-salaam) dan Nazareth (kota tempat Nabi Isa dibesarkan) dikuasai orang Eropa-Kristen. Dua Perang Salib terakhir (VII dan VIII) dikobarkan oleh Raja Prancis, Louis IX (1215-1270). Tahun 1248 Louis menyerbu Mesir tapi gagal dan ia menjadi tawanan. Prancis perlu menebus dengan emas yang sangat banyak untuk membebaskannya. Tahun 1270 Louis mencoba membalas kekalahan itu dengan menyerang Tunisia. Namun pasukannya berhasil dikalahkan Sultan Dinasti Mamaluk, Bibars. Louis meninggal di medan perang. Sampai di sini periode Perang Salib berakhir. Namun, beberapa sejarawan Katholik menganggap bahwa penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Turki (1453) juga sebagai Perang Salib. Penaklukan Islam oleh Ratu Spanyol, Isabella (1492), juga dianggap Perang Salib.* (Agung Pribadi, Pambudi/Hidayatullah) Sumber: Majalah Hidayatullah edisi Desember 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Diambil dari &lt;em&gt;www.swaramuslim.net&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9185142089239143450-4777942406561790418?l=at1109.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://at1109.blogspot.com/feeds/4777942406561790418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9185142089239143450&amp;postID=4777942406561790418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/4777942406561790418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9185142089239143450/posts/default/4777942406561790418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://at1109.blogspot.com/2008/02/menulusuri-sejarah-perang-salib.html' title='MENULUSURI SEJARAH PERANG SALIB'/><author><name>GO BLOG !!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04724755343264736504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp3.blogger.com/_zsbRfM55aYM/R7AoHBCxoKI/AAAAAAAAAAM/IikmQxltcH4/S220/sss.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
